12 May 2015

Happily ever after (Winna Efendi)

Judul : Happily ever after
Penulis : Winna Efendi
Penerbit : Gagas Media
Jumlah halaman : 358 hlm

Alam semesta ini punya rahasianya sendiri. Yang perlu kita lakukan adalah percaya pada rencana-rencana di baliknya. -Eli-

Dia duduk di bawah ranjang rumah sakit dengan tetris di tangannya. Katanya itu adalah tempat rahasianya. Dia harus melepaskan apa yang menjadi mimpinya, namun masih memiliki keberanian untuk berharap. Dia yang seharusnya kecewa dengan apa yang terjadi di dalam hidupnya, namun ia memilih untuk mengisi hari-harinya dengan senyum dan semangat. Dengannya aku berbagi cerita. Cerita tentang sahabat yang mengkhianatiku. Cerita tentang mantan pacarku yang berselingkuh dengan sahabatku. Dan cerita tentang dia yang paling kusayangi.

Aku adalah anak pendongeng. Tiap malam ayah selalu membawaku ke negeri dongeng. Bertemu dengan naga, k'satria dan putri. Bertemu dengan kisah pangeran dan putri yang berakhir bahagia. Dia sangat menyukai berkemah ditemani bintang-bintang di langit malam yang dia hapal namanya. Sekalipun tangannya sekasar kayu, sentuhannya sehangat matahari. Dia selalu membuatku tertawa dengan leluconnya.

Namun sama seperti tidak semua dongeng berakhir dengan bahagia. Begitupun dengan kisahku. Namun, bukankah dalam hidup kita harus memiliki keberanian. Berani untuk berharap sekalipun sudah tidak ada harapan. Berani untuk memilih bagaimana akhir yang kita ingini. Dan terus percaya akan ada akhir yang bahagia, sekalipun dalam cara yang tidak kita duga.

***

Two thumbs up buat Winna Efendi. Sekalipun ini bukan karya Winna Efendi favorit saya, (sesungguhnya saya masih sangat suka kisah Niki dan Nata di Refrain) namun novel ini mengingatkan saya tentang betapa berartinya hidup ini.
Tentang betapa singkatnya hidup ini. Karena bukankah hidup kita ini seperti debu, kita tidak akan pernah tahu kapan akan pergi.
Tentang betapa berartinya waktu yang diberikan Tuhan kepada kita bersama orang-orang yang ada di sekitar kita.
Tentang keberanian untuk memperjuangkan sesuatu yang penting bagi kita.
Tentang hati yang selalu berharap sekalipun harapan itu sepertinya tidak ada.

No comments: