03 July 2024
Respon
16 October 2020
Piano
Saya suka sekali mendengarkan musik dan kagum saat melihat orang-orang yang bisa bermain alat musik, khususnya mereka yang bisa bermain piano. Karena saat seseorang bermain piano, mereka harus mensinkronkan antara nada yang dimainkan menggunakan tangan kanan dan kiri sehingga menghasilkan nada yang enak untuk didengar. Oleh karena itu, waktu SMP saya ikut les piano, karena saya ingin bisa bermain alat musik yang satu ini. Namun, karena saya tidak punya piano sendiri pada saat itu, membuat saya kesulitan untuk berlatih. Karena kalau ingin bisa bermain alat musik, tidak cukup berlatih pada saat les saja, melainkan harus berlatih setiap hari. Oleh karena itu kandaslah mimpi saya waktu SMP itu.
Beberapa waktu lalu, tepatnya 9 bulan lalu, saya teringat kembali akan kerinduan saya bisa bermain alat musik. Dan karena pada saat ini saya sudah bekerja, saya bisa membeli alat musik tersebut. Saya berlatih setiap hari dan saya rasa semakin lama ada kemajuan.
Bagaimana caranya saya belajar musik saat ini? Saya tidak mengikuti les dan hanya belajar melalui video tutorial yang ada di youtube dengan dasar yang saya dapatkan saat les piano dahulu. Mungkin saya tidak akan sehebat orang-orang lain, terutama mengenai teori musik. Namun, saya mensyukuri setiap kemajuan yang saya alami sekalipun kecil..
Lewat hal ini saya belajar, bahwa terkadang ada mimpi yang kita lupakan, tapi ada kalanya mimpi itu muncul lagi di dalam benak kita menunggu untuk diwujudkan. Namun, bisa diwujudkan atau tidak semua kembali kepada pilihan kita. Pada saat berusaha mewujudkannya juga tidak mudah, ada tantangan yang harus kita hadapi (contohnya dalam hal ini adalah malas berlatih waktu menghadapi nada yang membingungkan atau yang susah), namun pilihannya adalah apa kita akan menyerah atau berusaha lagi. Karena pilihannya ada di tangan kita...
06 September 2020
I can't live without Him
05 September 2020
Love never give up
04 September 2020
Menunggu
03 September 2020
Kita BEDA tapi kita mau JAGA
02 September 2020
Bersyukur
17 August 2020
Kesempatan dan Pilihan
06 December 2017
Choice
Di dalam hidup ini kita diperhadapkan pada banyak pilihan. Mulai dari pilihan yang sederhana sampai yang rumit. Mulai dari memilih akan memakai baju apa hari ini, memilih kuliah dan kerja di bidang apa, memilih pasangan hidup bahkan memilih akan menjalani hidup seperti apa.
Kita bisa berkata "Ya" terhadap sesuatu. Namun, kita juga bisa berkata "Tidak". Bahkan di saat kita tidak mau memilih, di saat itu kita sudah memilih.
Terkadang saat menghadapi pilihan-pilihan di dalam hidup ini. Kita bertemu dengan orang-orang yang mencoba merayu kita untuk mengikuti jejaknya. Terkadang kita dikritik karena memilih apa yang mereka rasa aneh.
Namun, yang terutama kita tidak bertanggung jawab kepada orang lain atas pilihan-pilihan kita. Kita bertanggung jawab kepada Tuhan dan diri kita sendiri. Apakah pilihan itu menjadi berkat atau tidak ? Apakah pilihan itu membuat kita jadi pribadi yang lebih baik atau tidak ? Apakah pilihan itu membuat kita bahagia ?
Ga ada yang salah mendengarkan pendapat orang lain dan menjadikannya pertimbangan. Tapi salah besar kalau kita memilih untuk mengikuti apa yang dia katakan tanpa mengenal apa yang kita mau dan yang terbaik buat diri kita.
Karena, bukankah yang akan menjalaninya kita, bukan dia. Gagal atau berhasil itu yang akan kita alami. Senang atau sedih kita yang akan merasakannya.
Kalau kita melakukan apa yang orang lain pilihkan untuk kita. Maka waktu gagal, kita akan menyalahkan orang lain. Waktu berhasil, ya udah senang tapi biasa aja rasanya. Beda kalau kita melakukan apa yang kita pilih sendiri. Sekalipun gagal, kita tau bahwa kita bertanggung jawab atas pilihan kita. Waktu berhasil, senangnya luas biasa.
So, jangan takut untuk membuat pilihan. Mintalah hikmat kepada Tuhan waktu membuat sebuah pilihan. Dengarkan pendapat orang lain dan terima masukan dari mereka. Tapi jangan sampai kita disetir orang lain waktu kita membuat pilihan. Karena bahagia tidaknya dirimu ditentukan oleh kamu sendiri. Cheers 🍷
05 December 2017
Curcol
Beberapa tahun ini saya selalu bertemu dengan orang-orang yang menawarkan bisnis sejenis MLM kepada saya. Mulai dari kosmetik, obat-obatan herbal sampai asuransi. Mereka bilang kalau saya gabung maka saya akan mendapatkan penghasilan sekian rupiah (yang membuat saya terbelalak), punya waktu yang bebas untuk bekerja, dan embel-embel lainnya yang tentu saja menggiurkan.
Saya ga bilang itu bohong. Karena memang ada orang-orang yang berhasil disana. Namun, yang saya sayangkan adalah mereka selalu 'memaksa', seolah-olah kalau saya tidak bergabung dengan bisnis mereka, maka hidup saya tidak akan sejahtera. Mereka memang ga memaksa dengan terang-terangan, tapi mereka 'memaksa' dengan cara yang halus.
Padahal menurut saya, setiap orang pasti punya bidang dan berkatnya masing-masing. Ga semua orang pasti berhasil di bisnis sejenis ini. Karena balik lagi tergantung minat dan talenta orang itu.
Karena ga semua orang bisa dan tertarik jadi marketing sama seperti ga semua orang bisa dan tertarik dengan fisika. Karena tipe orang yang introvert pasti sulit untuk menawarkan suatu produk dibanding dengan mereka yang ekstrovert.
Selain itu ga perlu deh kita jadi merendahkan profesi yang lain (dibilang gaji kecil, kerja sama orang, dll) demi membuat kita tertarik untuk mengikuti usaha mereka. Karena kalau semua orang jadi agen MLM tersebut, maka siapa yang akan jadi polisi, dokter, guru, koki, dll. Karena saya percaya semua profesi ada untuk saling melengkapi profesi yang lainnya. So, please be wise waktu mengajak orang lain.
12 November 2017
Well done (Moriah Peter)
Lagu ini sangat memberkati saya. Saya rindu suatu hari nanti waktu saya 'pulang', Tuhan berkata ini pada saya : Well done, lucy. :)
Lyric
Chosen by the few
And all that I know is
You told me to follow You
Not knowing what I'll go through
But I'm not alone
As long as I follow You
I can hear You say
I'm gonna chase You, Lord
I'm gonna show the world Your love, woah
I'll run, I'll run
I'm gonna run this race
To hear You say well done
They're gonna find out soon
If they're following me then
They're gonna follow You
Lord, I wanna hear
I'm gonna chase You, Lord
I'm gonna show the world Your love, woah
I'll run, I'll run
I'm gonna run this race
To hear You say well done
You're the only One I am living for, woah
I'm gonna run straight into Your open arms
I'm gonna follow You with my all heart, woah, woah
I'm gonna chase You, Lord
I'm gonna show the world Your love, woah
I'll run, I'll run
I'm gonna run this race
To hear You say well done
To hear You say well done
[x2]
You only live once
Saya sangat terberkati oleh kata-kata ini :
"You only live once, but if you do it right, once is enough"
Ga bisa dipungkiri hidup kita di dunia ini hanya sementara. Juga ga bisa dipungkiri bahwa hidup kita ini hanya satu kali. Akan ada waktunya kita kembali kepada pencipta kita.
Ketika menghadapi kenyataan ini, saya jadi bertanya-tanya apa yang harus saya lakukan di hidup yang fana dan hanya satu kali ini ? Namun, lewat kata-kata di atas, saya sangat terberkati. Sekalipun hidup hanya satu kali, tapi kalau kita menjalaninya dengan benar, maka semua itu lebih dari cukup.
Lalu bagaimana saya tau hidup saya sudah benar atau belum ? Bagi saya secara pribadi, Firman Tuhan (Alkitab) adalah penuntun saya dalam menjalani hidup ini dengan benar. Bagaimana dengan kamu ?
17 July 2017
Sesuatu yang berharga
Apakah yang berharga di dalam hidupmu ?
Apakah itu uangmu ? Kedudukanmu ? Prestasimu di sekolah ? Kecantikan/ketampananmu ? Ambisimu ? Keluargamu ? Tuhanmu ?
Apapun itu... Ketika kamu menganggap sesuatu berharga, maka kamu akan menghabiskan banyak waktu, pikiran, dan tenaga disana.
Kalau uang adalah yang paling berharga bagimu. Maka kamu akan mati-matian bekerja untuk mendapatkannya. Bahkan mungkin kamu bisa bekerja 24 jam sehari selama 7 hari tanpa berhenti.
Kalau kecantikan adalah yang paling berharga bagimu. Maka kamu ga akan segan-segan untuk menjaganya. Bahkan mungkin menghabiskan uang dalam jumlah yang sangat besar agar kamu tetap cantik.
Kalau prestasi di sekolah adalah yang paling berharga bagimu. Maka kamu akan belajar sedemikian rupa agar kamu tetap berprestasi di sekolah. Bahkan mungkin kamu akan berusaha dengan sekuat tenaga agar selalu menjadi juara pertama di sekolah.
Kalau keluarga adalah yang paling berharga bagimu. Maka kamu akan banyak menghabiskan waktu bersama keluargamu. Keluargamu akan menjadi prioritas yang pertama di dalam hidupmu.
Oleh karena itu berhati-hatilah dalam menentukan apa yang paling berharga bagimu. Perhatikan dan amatilah hidupmu, temukan apa yang paling berharga bagimu. Apakah sesuatu itu memang berharga sehingga layak membuat kamu banyak menghabiskan banyak waktu, pikiran, dan tenaga disana ? Atau sebenarnya ada sesuatu yang lebih berharga dari itu ?
12 July 2017
Always do the right & good thing
Pernah ga sih kamu dalam posisi seperti ini : kamu uda berbuat baik & menolong orang lain, tapi disaat kamu perlu ga ada satupun yang nolongin kamu. (Memang sih saat kita menolong orang lain, kita diajar untuk tidak pamrih dan tidak mengharapkan balasan dari orang lain. Tapi adakalanya kita juga ingin ada yang menolong saat kita perlu)
Atau mungkin kamu di dalam posisi ini : kamu sudah berbuat apa yang baik kepada orang lain namun yang kamu dapatkan adalah balasan yang merugikan dirimu.
Kalau mengalami hal di atas, mungkin akan membuat kamu berpikir seperti ini : Kalau gitu buat apa saya bantu orang lain ? Lebih baik saya kerjakan saja apa yang jadi tanggung jawab saya, ga perlu sibuk bantu urusan orang lain. Toh, urusan sendiri aja uda banyak.
Kalau gitu buat apa saya berbuat yang baik kepada orang lain kalau akibatnya membuat saya jadi menderita.
Apakah pikiran itu wajar ? Menurut saya itu adalah hal yang wajar bagi kita sebagai manusia untuk berpikir dan melakukan hal seperti itu.
Namun, sebagai seorang pengikut Kristus, kita dituntut lebih dari itu. Apa sih maksudnya ?
Saat kita tidak ditolong, apakah itu berarti kita harus berhenti menolong ? Tentu saja tidak.
Saat kita sudah berbuat hal yang baik, namun akibat yang kita dapat adalah hal yang buruk. Apakah kita harus berhenti berbuat baik ? Menurut saya tidak.
Apapun balasan yang kita dapat, kita tetap HARUS melakukan hal yang benar & baik. Sekalipun dunia memberikan hal-hal yang pahit kepada kita, jangan sampai kita ikutan pahit dan menyalurkan hal-hal pahit itu kepada orang lain.
Kenapa ?
Karena Tuhan Yesus sendiri yang memberikan teladan itu kepada kita. Tuhan Yesus sudah melakukan banyak hal baik, melakukan mukjizat, menyembuhkan orang sakit, dll. Namun, apa yang Dia dapat ? Dia disiksa, dihina, diludahi, dikhianati, bahkan sampai disalibkan. Apakah Dia mundur dan tidak melakukan hal yang baik dan benar saat hal yang buruk itu menimpanya ? Tidak, Dia tetap melakukan hal yang benar & baik sampai akhir hidupNya.
Mudah ? Tentu saja tidak karena kita terus berjuang melawan ego yang ada di dalam diri kita.
Namun saya percaya, dengan pertolongan Tuhan, kita mampu melakukannya. Semangat!!!
24 May 2017
Blessed to blessing
Akhirnya, Tuhan membuka jalan bagi kerinduan saya ini...
Suatu hari saat sedang berkumpul dengan teman-teman, kami berbicara mengenai persahabatan kami. Dimana kegiatan yang kami lakukan saat bertemu hanya untuk sekedar jalan-jalan, ngobrol, puter-puter mall dan kami merasa apa yang kami lakukan ga ada maknanya.
Kami mulai berpikir apa yang dapat kami lakukan dan saya teringat akan salah satu mimpi saya. Lalu saya mengusulkan untuk melakukan pelayanan di sebuah rumah singgah di daerah cimahi (yang saya tau dari tempat saya bekerja karena kami akan melakukan kegiatan charity ke sana) dan teman-teman saya setuju melakukan survei ke tempat itu. Rumah singgah ini seperti sebuah tempat les dimana anak-anak kurang mampu diajar pelajaran yang tidak mereka mengerti. Tempat ini didirikan oleh Bang Yos (begitu kami memanggil beliau). Anak-anak yang datang kesana berasal dari keluarga yang tidak mampu. Ada yang orang tuanya bekerja sebagai pemulung, tukang bakso, tukang gorengan, dll. Akhirnya setelah survei, kami sepakat untuk memulai pelayanan kami disana.
12 September 2015 adalah hari pertama kami bertemu dengan mereka. Kami mengajar mereka di hari sabtu 1 bulan 1 kali. Setiap bulannya kami bercerita, mengajar mereka membuat kreativitas, mengajak mereka bermain, mengajak mereka bernyanyi, mengajar pengetahuan, dll.
Di tahun pertama, kami kebingungan apa yang harus kami ajarkan. Namun, di dalam perjalanan itu kami melihat tangan Tuhan membantu kami setiap bulannya. Di akhir tahun pertama, di saat kami mulai lelah & kehilangan semangat, Tuhan mengirimkan 2 orang rekan untuk berbagian bersama kami melayani anak-anak ini. Kemudian beberapa bulan berikutnya, Tuhan mengirimkan kembali 2 orang teman untuk bersama-sama melayani mereka. Sehingga saat ini kami bisa datang kesana bergantian 2 minggu sekali.
Secara pribadi, saya belajar bahwa ketika kita memberkati orang lain, justru saat itu kita juga diberkati. Dan benar kalau Tuhan tidak pernah berhutang. Saya ga tau Tuhan akan membawa kami kemana melalui pelayanan ini. Tapi di dalam ketidaktahuan kami, kami mau mengerjakan bagian kami ini dengan setia.
17 April 2017
Reflection
Ketika aku belum melihat apa-apa hari ini, aku mau belajar percaya kepadaNya.
Ketika jalan di depan gelap & aku tak melihat apa-apa, aku tau aku tak berjalan sendirian.
Ketika aku disuruhNya menunggu tanpa aku melihat kepastian di depan, aku percaya ada harapan.
Aku percaya ketika akhirnya nanti aku berbalik menatap masa lalu, aku akan melihat bahwa apa yang aku alami hari ini ada dalam rencanaNya dan Ia membuat rencanaNya terjadi di dalam hidupku.
28 March 2017
New Update !!
Penyebabnya adalah...
Karena saya ga ada waktu & masih kesulitan mengatur waktu, pikiran dan tenaga saya...
Jadi tahun ini saya kuliah lagi di sebuah universitas di Indonesia ini. Hal ini ada kaitannya dengan pekerjaan yang saya lakukan saat ini. Saat ini saya bekerja di sebuah sekolah sebagai staf perpustakaan. Waktu bekerja di perpustakaan, karena background saya bukan dari Jurusan Ilmu Perpustakaan, membuat saya bingung aturan-aturan apa saja yang ada di perpustakaan, bagaimana cara mengklasifikasi dan mengkatalogisasi sebuah buku, dan banyak hal lainnya lagi yang membuat saya bingung. Selain itu setelah saya renungkan dan amati hidup saya sampai hari ini saya menyadari kalau saya suka banget sama yang namanya perpustakaan & buku. Kesukaan itu bukan muncul pada saat saya bekerja di tempat ini, tapi sudah sejak dahulu kala, sejak saya mengenal kalau membaca itu mengasyikkan. Hehehe...
Saya berpikir rasanya sayang banget kalau masih ada kesempatan belajar tapi ga dipergunakan.
Maka disinilah saya...
Menjadi seorang mahasiswa kembali...
Nah, hal ini membuat waktu & konsentrasi saya tersita yang berefek pada sisi-sisi kehidupan saya yang lain.
Tapi saya bersyukur kalau saya bisa kuliah lagi. Ini sebuah pengalaman baru bagi saya dan sampai saat ini saya masih menikmatinya (ya iyalah secara masih semester 1) dan semoga masih menikmatinya sampai lulus. ;)
Teman-teman, di update-an yang singkat ini saya ingin mengajak kita semua semangat menghadapi apapun yang sedang kita jalani saat ini. Kalau kalian sedang sekolah/kuliah, lakukan itu dengan semangat. kalau kalian sedang bekerja atau bekerja sambil kuliah seperti saya, lakukan itu juga dengan semangat... Jangan sia-siakan setiap berkat & kesempatan yang Tuhan beri pada kita.
Semangat!!!
06 January 2017
Doa yang membuat perubahan (Sariwati Goenawan)
Penulis : Sariwati Goenawan
Penerbit : Visi Press
Jumlah halaman : 144 hlm
You are my sunshine (Clara Canceriana)
Penulis : Clara canceriana
Penerbit : Gagas media
Jumlah Halaman : 382 hlm
Boy meets girl (Joshua Harris)
Beberapa hal yang saya pelajari lewat buku ini : 1. Seringkali untuk kita yang masih single bertanya-tanya kapan waktuNya dan siapa orang yang tepat itu. Kita tidak tau, tapi Tuhan tau. Pertanyaannya adalah apa kita mau mempercayai Dia. Ada satu kalimat dari Joshua Harris yang membuat saya berpikir dan hati saya menjadi tenang.
Saya tidak menyalahkan teman saya sepenuhnya, karena pria ini juga seharusnya tidak menunjukkan dia begitu perhatian yang berlebihan kepada teman saya kalau dia tidak tertarik lebih (emang sih susah yah punya pertemanan yang murni antara laki-laki dan perempuan).
Namun, yang ingin saya tekankan disini (untuk setiap perempuan) adalah jangan berasumsi macam-macam dan jangan geer berlebihan sebelum si pria menyatakan ketertarikan kepada kita.
Seperti kata Joshua Harris : Oleh karena itu, "Kalau kamu hanya berteman biasa dengan seorang pria dan ia memperlakukan kamu dengan sangat baik, jangan langsung menganggap ia mempunyai maksud kepadamu. Sebelum seorang pria menyatakan ketertarikannya, hendaknya si cewek memandang dia hanya sebagai teman biasa saja." ~JH~






